Rabu, 01 Mei 2013

Wonderfull Bono Sungai Kampar


Kalau Anda ingin melihat keajaiban bono, melajulah ke muara sungai. Badan dan volume air di muara ini jauh lebih besar daripada di bagian hulu. Ini terjadi lantaran muara tersebut menjadi pertemuan banyak anak sungai lain.

Airnya dangkal sehingga kapal-kapal besar tidak bisa berlayar merangsek hingga jauh ke badan sungai. Apalagi jika bono menjemput. Kapal-kapal itu bisa dihempaskan oleh keperkasaan bono.

Bono adalah gelombang tinggi yang diakibatkan pertemuan air sungai dengan air laut. Gelombang tinggi ini terjadi akibat benturan arus laut di Selat Malaka dan Laut Cina Selatan pada saat air laut pasang.

Benturannya menimbulkan suara dentuman. Sejurus kemudian, gelombang alun besar merangsek ke muara Sungai Kampar. Praktis, air dari Sungai Kampar terdesak. Karena muaranya dangkal, gelombang tersebut semakin tinggi.

Jadi, begitu suara dentuman terdengar, segera tinggalkan muara sungai yang dangkal. Kalau tidak, bono sungai kampar

Selasa, 30 April 2013

BONO ON THE KAMPAR RIVER, THE LONGEST SURFING WAVE

BONO SUNGAI KAMPAR
Bono merupakan fenomena alam yang menakjubkan. Di mana, ketika pasang memudiki sungai, maka air sungai akan menggelombang, berombak besar. Tinggi gelombang tersebut mencapai 6 meter. Konon, menurut salah-satu cerita, Bono yang terdapat di daerah Kuala Kampar ini merupakan pasangan jantan dari Bono Betina yang terdapat di Sungai Rokan. Bono yang terdapat di Sungai Kampar Kecamatan Kuala Kampar kabupaten Pelalawan sudah dianggap sebagai hal yang biasa bagi masyarakat sekitar di Kuala Kampar, mereka disana menganggap Bono sebagai arena bermain untuk menguji ketangkasan berperahu.

Untuk mencapai Lokasi Bono ini (Sungai Kampar Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan) dapat ditempuh dengan menggunakan Transportasi darat dari Pekanbaru ke Pangkalan Kerinci sekitar 70km dan dapat ditempuh dengan waktu perjalanan 1,5jam. Kemudian dilanjutkan perjalanan darat menuju Teluk Meranti melalui Kecamatan Bunut lebih kurang perjalanan dapat ditempuh dengan waktu 4jam. Selain itu perjalanan juga dapat dilakukan menggunakan sarana transportasi air, dari Pangkalan Kerinci (Pelabuhan di jembatan Pangkalan Kerinci) kita bisa menggunakan speedboat ke desa Pulau Muda (lokasi terbaik untuk menyaksikan BONO) dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 4.5jam. Kedepannya Bono dapat menjadi Wisata andalan Provinsi Riau.

Bagi dunia peselancar (surfer) maupun wisatawan dari luar, Bono Kampar adalah sebuah penemuan yang mengagumkan bahkan para selencar dunia mengungkapkan luar biasa untuk "Bono Kampar", seperti diungkapkan oleh Chris Mauro dalam tulisannya yang dimuat GrindTV.com : “A dreamlike wave found in an Indonesian river is stunning surf world (sebuah gelombang impian yang ditemukan di salah satu sungai di Indonesia memukau dunia selancar),” tulis . Tulisan Mauro itu sendiri lantas merujuk pada apa yang ia sebut ‘penemuan luar biasa’ oleh tim (ekspedisi) Rip Curl baru-baru ini, yang menurutnya “mungkin tak tertandingi” (may be unrivaled). 

Senin, 29 April 2013

Bono Sungai kampar Keajaiban Riau untuk Dunia

Kegiatan berselancar biasanya dilakukan di sekitar pantai, tapi tidak di Sungai Kampar, Riau. Di Sungai Kampar, ada gelombang Bono dan menjadi salah satu tempat berselancar yang terkenal di kalangan peselancar dunia.

Gelombang Bono adalah gelombang besar yang terjadi akibat pertemuan arus Sungai Kampar dengan arus Laut Cina Selatan dan arus dari Selat Malaka. Arus yang sangat besar, kuat dan tinggi. Ketinggian gelombangnya bisa mencapai 4-6 meter dan diiringi dengan suara gemuruh yang kencang. Fenomena seperti ini juga terdapat di Pororoca, Sungai Amazon.

Anda dapat berselancar dan menantang gelombang Bono di Sungai Kampar dengan menempuh perjalanan sekitar 6-7 jam dari Pekanbaru. Sungai Kampar terdapat di Desa Teluk Meranti. Desa ini berada di timur laut dari Pekanbaru.

Berselancar menaklukan Gelombang Bono bukanlah berselancar biasa. Dibutuhkan pengalaman berselancar yang tinggi, ketangkasan dan mental yang besar. Hal ini, karena kondisi air yang mengandung lumpur-lumpur sungai. Bagi Anda para pemula, jangan sekali-kali mencoba berselancar di tempat ini. Sebab, papan seluncur akan lebih berat digunakan dan ditambah gelombangnya yang besar, tentu hal ini dibutuhkan keahlian yang khusus.

Puncak Gelombang Bono terjadi pada Bulan November hingga Februari. Banyak para peselancar yang datang dan mencoba untuk menaklukan Gelombang Bono pada bulan-bulan tersebut. Saat itulah Gelombang Bono mencapai ketinggian 6 meter, yang biasanya hanya mencapai 4 meter. Sungguh menjadi suatu tantangan tersendiri bagi Anda untuk menaklukan gelombang Bono.

Dulu, Gelombang Bono terkenal dengan keganasan dan sangat menakutkan. Banyak kapal-kapal yang karam akibat gelombang raksasa ini. Tak heran, masyarakat Teluk Meranti menyebut Bono sebagai jelmaan dari 7 mahluk halus. Namun, di balik cerita tersebut, Gelombang Bono telah menyihir para peselancar internasional untuk datang dan membuktikannya sendiri.

Minggu, 28 April 2013

Gelombang Bono Sungai Kampar


Gelombang Bono di Sungai Kampar, Riau adalah salah satu keajaiban dari Indonesia. Ombaknya bisa setinggi 6 meter & panjang gelombangnya mencapai 300 meter lebih. Peselancar dunia pun berlomba
Tepatnya di Teluk Meranti, Sungai Kampar, Kabupaten Palalawan, Fenomena alam yg membuat penasaran traveler & peselancar dunia. Namanya adalah Gelombang Bono yg bs dipakai untuk berselancar . Meski di sungai, berselancar di Sungai Kampar untuk menaklukkan Gelombang Bono tidaklah. Bayangkan saja, tinggi ombaknya bisa mencapai 4 sampai 6 meter. Panjang gelombangnya bisa mencapai 300 . Bono berbeda dengan tempat lain, karena letaknya di garis ekuator. Jadi gelombangnya cepat, panjang, dan karakternya sulit . Gelombang Bono tercipta dari pertemuan arus sungai dan arus laut. Ditambah dengan angin dan tebing di kanan kirinya

Di Bono itu air sungai, jadi akan sulit mengambang dan berdiri di sana daripada di laut, Oleh sebab itu, Gelombang Bono menjadi daya tarik kuat bagi para peselancar atau pun traveler
Gelombangnya yang besar akan mencuri perhatian Anda. Selain itu, suara dari hempasan gelombangnya akan bikin . Ada 2 pintu akses ke Kawasan Palalawan, dr Batam bisa menyeberang pakai boat.1 lg naik mobil selama 4 jam dari . Bulan terbaik mengunjungi Sungai Bono adalah di awal dan di akhir musim hujan. Sebabnya, saat itulah gelombak akan tinggi. Tepatnya di bln Feb, Maret, Oktober, dan November. Saat siang & malam hari, adalah waktu terbaik untuk berselancar di

Untuk melihat aksi perselancar hebat yang mampu menaklukkan bono sungai kampar silahkan mampir ke alamat : Bono Sungai Kampar

Jumat, 26 April 2013

Jadwal Terjadinya Bono Sungai Kampar 2013




Jadwal ini dibuat oleh Attayaya berdasarkan perkiraan pergerakan bulan:
11 – 13 Januari 2013 (M)
27 – 30 Januari 2013 (P)
10 – 12 Februari 2013 (M)
26 – 28 Februari 2013 (P)
11 – 13 Maret 2013 (M)
27 – 30 Maret 2013 (P)
10 – 12 April 2013 (M)
26 – 28 April 2013 (P)
09 – 11 Mei 2013 (M)
25 – 27 Mei 2013 (P)
08 – 10 Juni 2013 (M)
24 – 26 Juni 2013 (P)
07 – 10 Juli 2013 (M)
23 – 25 Juli 2013 (P)
06 – 08 Agustus 2013 (M)
21 – 23 Agustus 2013 (P)
05 – 07 September 2013 (M)
19 – 21 September 2013 (P)
04 – 06 Oktober 2013 (M)
18 – 20 Oktober 2013 (P) (B)
03 – 05 November 2013 (M) (B)
17 – 19 November 2013 (P) (B)
02 – 04 Desember 2013 (M) (B)
17 – 19 Desember 2013 (P) (B)
01 – 03 Januari 2014 (M) (B) – Bertepatan dengan Tahun Baru 2014
16 – 18 Januari 2014 (P) (B)
Keterangan Perkiraan :
Jadwal Terjadinya Bono Sungai Kampar 2012 ini dihitung berdasarkan kalender Bulan/Tahun Melayu atau Kalender Hijriyah 1434 – 1435 H
(P) = Bulan Purnama / tengah bulan Melayu
(M) = Bulan Mati / awal bulan Melayu
(B) = Ombak Bono Sungai Kampar yang berukuran besar berkisar antara 4-6 meter. Selain itu biasanya berukuran sedang dengan ketinggian 3 meter untuk lokasi tertentu.

Kamis, 25 April 2013

Rekor Dunia berselancar Terlama ada di Bono Sungai kampar

Berselancar tentu identik dengan laut. Namun, tidak bagi Steve King. Rekor Dunia berselancar Terlama ada di Bono Sungai kampar

Bagi Steve King berselancar di sungai mempunyai sensasi tersendiri. Sungai tidak selamanya memiliki gelombang kecil. Ada beberapa sungai yang memiliki gelombang besar atau yang disebut tidal bore atau Bono. 

Bono merupakan fenomena terjadinya gelombang besar di sungai sebagai akibat pasangnya air laut yang mendorong aliran sungai ke muara dan mengakibatkan munculnya gelombang tinggi hingga mencapai puluhan kilometer mengarah ke hulu sungai atau upstream.
“Kalau kita berselancar di laut, gelombang yang datang hanya dari satu arah.  Di sungai, gelombang yang datang dari berbagai arah dan panjangnya hingga puluhan kilometer. Kita harus pandai membaca arah datangnya gelombang,” papar Steve. Dia menambahkan, tak jarang gelombang bertemu di satu titik.
 
Steve sudah 32 tahun menekuni hobinya sebagai peselancar. Namun, akhirnya memutuskan untuk menekuni hobi selancarnya di sungai.  “Bisa menaklukkan gelombang di sungai merupakan sensasi tersendiri bagi saya,” ujarnya. Dia sudah berhasil menaklukan gelombang Bono di beberapa negara seperti Brasil, Prancis, Inggris, dan Indonesia.
Pada 30 Maret 2006 Steve King berhasil mencatatkan namanya dalam Guinness World of Records dengan jarak tempuh 12,23 kilometer atau 7,6 mil, dengan waktu tempuh satu jam enam menit untuk berselancar di Sungai Severn Bore, Inggris.
 

Dia tidak sendirian. Di Indonesia, bersama kedua rekannya, Steve Holmes dan Nathan Maurice berhasil memecahkan rekor dunia yang ternah dibuatnya di Inggris pada 2006. Dia berhasil menaklukkan gelombang Bono di Sungai Kampar, Riau.  
 
Dalam waktu 54 menit dia berhasil menempuh jarak 12 mil dan tidak jatuh dari papan selancar. Rabu (13/2), dia membutuhkan waktu 1 jam 4 menit untuk mengarungi gelombang Bono sejauh 12,8 km. Nantinya, Steve akan mengirimkan catatannya ke pihak Guiness World of Records, "Kita punya catatan GPS dan ada saksi untuk dikirim ke Guiness World of Records," tambahnya.
 
Sementara itu, Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus, Konvensi, Insentif, dan Event Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Achyarudin mengatakan, apa yang dilakukan Steve King dan teman-temannya dengan berselancar di Sungai Kampar merupakan salah satu promosi wisata khususnya bagi wisatawan mancanegara yang memiliki hobi berselancar.
“Mereka punya komunitas, sehingga kalau Steve kembali ke negara asalnya, tentu dia akan bercerita pengalamannya menaklukkan gelombang Bono di Sungai Kampar. Secara tidak langsung dia akan mempromosikan Sungai Kampar kepada komunitasnya,” lanjut Achyar.
Dia menambahkan, pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah akan menjadikan gelombang bono di Sungai Kampar ini sebagai ikon wisata Provinsi Riau. “Kami sudah membuat master plan kawasan wisata sungai Kampar,” ujarnya.
 
Kedashyatan Ombak Sungai Kampar
Gelombang Bono yang terdapat di Sungai Kampar, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, pertama kali ditemukan beberapa peselancar asal Prancis dan Brasil. Sejak saat itu, banyak peselancar nasional maupun internasional berkeinginan mencoba dahsyatnya gelombang tujuh hantu (seven ghost) ini.
Sejak itu pula, dunia mengenal Gelombang Bono di tempat itu sebagai ombak di sungai  terpanjang dan terbaik di dunia. Fenomena alam ini terjadi karena pertemuan arus di Sungai Kampar, tepatnya di Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan. Gelombang Bono memang fenonema unik. Gelombang ini terjadi karena bertemunya arus pasang air laut dengan sungai, ditambah penyempitan pertemuan arus dikarenakan sebuah pulau muda yang membelah Sungai Kampar, tepatnya di bagian muara sungai.
Gelombang Bono juga terkenal dengan sebutan gelombang tujuh hantu, karena gelombang yang dihasilkan bisa mencapai tujuh gelombang berurutan dan menciptakan bentuk layaknya kubah. Kalau biasanya ombak tinggi ada di laut, yang ini ombaknya ada di sungai.
Tingginya mencapai 6 meter. “Kalau kami tidak berhasil pada menaklukan Bono di Sungai Kampar, Rabu kemarin, mungkin kami sudah menjadi eight ghost,” tambah Steve Holmes sambil tertawa. Kakek dari sembilan cucu ini mengaku sudah lama menekuni hobinya berselancar di sungai.
Dia mengatakan dirinya senang dapat menaklukan Bono di Sungai Kampar itu. Peristiwa itu sangat berkesan dalam hidupnya. “Bono di sini paling fantastik dan menguras banyak tenaga untuk tetap bisa bertahan di atas papan selancar. Pada waktu yang akan datang, saya akan kembali lagi ke sana,” ujarnya. 
 
Sumber : Sinar Harapan

Selasa, 23 April 2013

Sebab Terjadinya Bono Sungai Kampar

OMBAK Bono atau kadang biasa juga disebut Gelombang Bono (Bono Wave) terjadi ketika saat terjadinya pasang (pasang naik) yang terjadi di laut memasuki Sungai Kampar. Kecepatan air Sungai Kampar menuju arah laut berbenturan dengan arus air laut yang memasuki Sungai Kampar. Benturan kedua arus itulah yang menyebabkan gelombang atau ombak tersebut. Bono akan terjadi hanya ketika air laut pasang. Dan akan menjadi lebih besar lagi jika pada saat air laut mengalami pasang besar (bulan besar) diiringi hujan deras di hulu Sungai Kampar. Derasnya arus sungai akibat hujan akan berbenturan dengan derasnya pasang air laut yang masuk ke Kuala Kampar.

Awal akan terjadinya ombak Bono diawali dengan bunyi desingan yang diikuti dengan bunyi gemuruh air. Bunyi gemuruh semakin lama akan semakin keras bagaikan dentuman guntur diiringi dengan besarnya gelombang ombak Bono. Kecepatan gelombang ombak Bono mencapai 40 km/jam dan memasuki ke arah hulu berkilo-kilo meter jauhnya biasanya mencapai jarak 60 km jauhnya ke hulu dan berakhir di daerah Tanjung Pungai.

Ombak gelombang Bono ini tidak 1 (satu) jumlahnya, tetapi banyak dan beriringan. Kadang berada di kiri dan kanan tepi atau tebing sungai, kadang menyatu di tengah sungai. Bono biasanya terjadi pada setiap tanggal 10-20 bulan Melayu dalam tahun Arab yang biasa disebut penduduk sebagai "Bulan Besar" atau "Bulan Purnama". Biasanya gelombang Bono atau Ombak Bono yang besar terjadi pada tanggal 13-16 bulan Melayu tahun Arab tersebut. Gelombang yang terjadi biasanya akan berwarna putih dan coklat mengikut warna air Kuala Kampar.

Selain itu, Bono juga terjadi pada setiap "bulan mati" yaitu akhir bulan dan awal bulan (tanggal 1) Tahun Arab. Untuk Jadwal Bono tahun 2011 ini diperkirakan besar pada : 25-28 November 2011 9-12 Desember 2011 24-27 Desember 2011 Bono terbesar biasanya terjadi ketika musim penghujan dimana debit air Sungai Kampar cukup besar yaitu sekitar bulan November dan Desember. Bono mulai terbentuk dan membesar di kanan kiri Pulau Muda, akibat penyempitan alur sungai karena adanya pulau (P. Muda) di tengah-tengah alur sungai.

Bono terbesar terjadi di Tanjung Perbilahan, yang terbentuk karena bertemunya Bono yang sudah terbentuk di kanan-kiri Pulau Muda. Kedalaman sungai di sekitar terjadinya ombak Bono tidaklah dalam, hanya sekitar 1-2 meter dengan bagian-bagian alur tertentu yang mempunyai kedalaman 10-15 meter untuk alur lewat jalur transportasi kapal. Hanya saja alur dalam tersebut selalu berpindah-pindah akibat pergeseran dasar sungai karena adanya ombak Bono. Sehingga, bagi kapal-kapal yang mau melewati daerah ini untuk keluar dari Kuala Kampar menuju Tanjung Batu, Selat Panjang, Tanjung Pinang, Batam atau Singapore harus menggunakan orang yang menjadi pengarah atau biasa disebut "tekong" untuk menunjukkan alur yang bisa dilewati kapal.

Tinjauan Ilmiah Terjadinya Ombak Bono
Bono biasanya terjadi pada muara sungai yang lebar dan dangkal kemudian menyempit atau menguncup setelah berada di dalam sungai. Bentuk muara sungai yang menguncup mirip dengan huruf "V" atau corong didukung dengan kondisi sungai yang mendangkal akibat erosi alami menyebabkan pertemuan air laut pasang dengan air sungai akhirnya membentuk Bono atau Tidal Bore. Tetapi tidak semua muara berbentuk V yang dangkal dapat terjadi Tidal Bore. Karena dipengaruhi salah satunya oleh faktor tinggi pasang-surut air laut.

Tidal Bore adalah dianggap sebagai suatu fenomena alam di bidang hidrodinamika yang erat hubungannya dengan pergerakan massa air. Semakin besar Bono atau Tidal Bore tersebut, maka semakin besar pula daya rusaknya.
Dikutip dari Wikipedia :

A tidal bore (or simply bore in context, or also aegir, eagre, or eygre) is a tidal phenomenon in which the leading edge of the incoming tide forms a wave (or waves) of water that travel up a river or narrow bay against the direction of the river or bay's current.

Dikutip dari Bambang Yulistiyanto:
Pasang surut yang ada di Muara Sungai Kampar mempunyai tinggi gelombang sekitar 4 m (Deshidros, 2006). Pasang surut tersebut berupa pasang surut tipe Campuran Condong ke Harian Ganda, dimana dalam 1 hari terjadi dua kali pasang dan dua kali surut dengan tinggi pasang surut yang pertama dan kedua berbeda. Periode gelombang pasang surut sekitar 12 jam 25 menit. Di Sungai Kampar, muara sungai berbentuk seperti huruf "V", massa air masuk melalui mulut teluk yang lebar kemudian tertahan, hingga air laut pasang memenuhi kawasan muara. Massa air yang terkumpul kemudian terdorong kearah hulu yang menyebabkan semacam efek tekanan kuat ketika melewati areal yang menyempit dan dangkal secara konstan di mulut teluk.

Keadaan ini memunculkan gelombang yang bervariasi di hulu teluk, dari hanya berupa gelombang-gelombang kecil hingga beberapa meter ketinggiannya. Di muara Sungai Kampar, kecepatan gelombang dapat lebih rendah dibandingkan kecepatan arus sungai yang berasal dari hulu sungai. Hal ini berakibat pada terhambatnya gerakan gelombang pasang dari laut, yang berakibat pada naiknya muka air dari muara, sehingga terbentuk Tidal Bore ‘Bono’.

                               

Gelombang Bono bergerak ke hulu sampai ke Tanjung Pungai yang berjarak sekitar 60 km dari muara. Bono yang menjalar menuju ke hulu melewati alur sungai yang semakin menyempit. Saat melewati Pulau Muda, gelombang pasang ini terpisah menjadi dua, sebagian lewat alur di sebelah kiri, dan sebagian lagi lewat alur sebelah kanan Pulau Muda. Di Tanjung Perbilahan Bono yang terpisah tersebut saling bertemu, menghasilkan momentum yang mengakibatkan Gelombang Bono semakin besar. Penduduk setempat menyebut peristiwa ini sebagai ‘Bono yang bertepuk’. Di Tanjung Perbilahan, Gelombang Bono terjadi paling besar.